Episiotomi (Sayatan Perineum): Prosedur Persalinan dengan Jahitan
Seperti di gambar, episiotomi adalah prosedur medis yang dijelaskan bidan sebelum persalinan dengan informed consent.
Apa itu Episiotomi?
Episiotomi adalah sayatan kecil ± 2-4 cm pada perineum (area antara vagina dan anus) untuk memperluas jalan lahir. Dilakukan hanya bila ada indikasi medis, bertujuan mencegah robekan perineum derajat berat.
Jenis Episiotomi: Mediolateral 45°
Di Indonesia, jenis yang paling aman adalah Mediolateral 45° - sayatan miring menjauhi anus untuk menghindari cedera sfingter ani. Seperti di diagram anatomi, labia, vagina, perineum, anus.
Langkah Prosedur:
- Anestesi Lokal: Bidan/dokter beri anestesi lokal agar tidak nyeri
- Sayatan: Dilakukan saat kepala bayi crowning
- Membantu Persalinan: Ruang lahir lebih luas, membantu kelahiran bayi bila perlu dipercepat
- Penjahitan: Setelah bayi lahir, luka dijahit dengan benang absorbable (diserap tubuh)
Tujuan Episiotomi:
- Mencegah robekan perineum derajat 3-4
- Mempercepat persalinan bila gawat janin
- Mengurangi risiko komplikasi perdarahan
Perawatan Pasca Episiotomi:
Istirahat cukup, jaga kebersihan luka dengan air hangat, ganti pembalut sering, kompres hangat, dan hubungi bidan jika nyeri berlebihan, demam, atau luka berdarah.
CATATAN PENTING: Episiotomi tidak rutin! WHO tidak menganjurkan episiotomi rutin. Hanya dilakukan bila ada indikasi: bayi besar, persalinan macet, gawat janin, atau perlu vakum.
Peringatan: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi kesehatan dan edukasi. Tidak menggantikan diagnosis, saran, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan Anda untuk kondisi spesifik Anda.
%20Prosedur%20Persalinan%20dengan%20Jahitan.jpg)
Komentar
Posting Komentar