3 Tahapan Persalinan Normal (Kala Persalinan)

3 Tahapan Persalinan Normal Lengkap: Dari Pembukaan 0-10 cm Hingga Plasenta

3 Tahapan Persalinan Normal (Kala Persalinan)

Proses melahirkan disebut Parturisi yang terdiri dari 4 fase besar:

  1. Fase Tenang: Awal kehamilan, rahim diam, hanya serviks melunak.
  2. Fase Persiapan (Aktivasi): Bulan terakhir, reseptor kontraksi bertambah, serviks matang.
  3. Fase Persalinan: Inilah 3 tahapan yang akan kita bahas di bawah.
  4. Fase Puerperium: Setelah bayi dan plasenta lahir, rahim kembali ke ukuran semula.

TAHAP 1: Pembukaan Serviks 0-10 cm (Kala I)

Tahap terlama, dari serviks tertutup hingga terbuka penuh 10 cm. Rata-rata 8-12 jam pada anak pertama.

Dibagi 2:

  • Fase Laten (0-3 cm): Kontraksi masih jarang dan ringan. Bisa berlangsung beberapa jam hingga 1-2 hari. Lebih lama pada ibu baru.
  • Fase Aktif (3-10 cm): Dimulai setelah pembukaan 3 cm. Ibu merasakan kontraksi makin sering, tiap 5 menit, makin kuat dan teratur. Inilah tanda persalinan aktif.

TAHAP 2: Kelahiran Bayi (Kala II) - Mengejan

Dimulai dari pembukaan lengkap 10 cm hingga bayi lahir.
Durasi: 50 menit (anak pertama), 20 menit (anak kedua+). Dianggap memanjang jika >2 jam (anak pertama) atau >1 jam (anak berikutnya). Jika pakai epidural, batasnya jadi 3 jam dan 2 jam.

Pada tahap ini ibu dianjurkan mengejan.

Teknik Mengejan yang Benar:
Saat kontraksi terkuat, tarik napas dalam, tutup mulut, posisikan dagu menempel dada, punggung membentuk huruf C, dan mengejan kuat ke arah anus seperti BAB. Mengejan terus selama kontraksi ada, istirahat saat kontraksi hilang. Saat kepala bayi mulai keluar, ikuti instruksi bidan untuk napas pendek-pendek (ngos-ngosan) agar tidak mengejan, mencegah robekan.

Setelah lahir, tali pusat dijepit 2-3 cm dan dipotong, lalu IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Gelang identitas dipasang, cap kaki bayi diambil. Menggigil setelah melahirkan adalah normal.

TAHAP 3: Pengeluaran Plasenta (Kala III)

Dari bayi lahir hingga plasenta keluar. Biasanya 5-10 menit, maksimal 30 menit. Plasenta diperiksa apakah lengkap, jika ada sisa bisa sebabkan perdarahan dan infeksi. Jika ada episiotomi, dijahit dengan bius lokal. Setelah itu ibu merasakan lega, bahagia dan lelah. Perdarahan, tensi, dan nadi dipantau ketat 2 jam pertama.

Apa yang Membuat Kala II Memanjang?

  • Anak pertama (nullipara)
  • Sudah melahirkan >5 kali (grand multipara)
  • Usia ibu tua
  • Anestesi epidural
  • Bayi besar (makrosomia)
  • Ibu obesitas
  • Persalinan induksi

 infografis 3 tahapan persalinan normal pembukaan serviks kelahiran bayi plasenta Indonesia berhijab


Kondisi yang Menghalangi Persalinan Normal Nonton Video dan Gambar Persalinan Normal - Perlukah? Bagaimana Cara Tahu Persalinan Sudah Dimulai? ahapan di Rumah Sakit Saat Melahirkan: Dari Masuk Hingga Pulang Persalinan Tanpa Nyeri (Epidural Analgesia) - Princess Birth Nyeri Persalinan (Kontraksi) dan Cara Menguranginya 3 Tahapan Persalinan Normal (Kala Persalinan) Persalinan Normal vs Caesar Mana yang Harus Dipilih? VBAC Berhasil: Lahiran Normal Setelah Caesar, Bisakah? Persalinan Normal: Proses Alami yang Aman dan Nyaman Metode Lamaze untuk Persalinan Alami: Melahirkan Tenang Tanpa Panik Hypnobirthing: Melahirkan Tenang Tanpa Takut dengan Hipnosis Teknik Pernapasan Saat Persalinan Teknik Mengejan yang Benar Saat Persalinan Biar Tidak Robek Episiotomi (Sayatan Perineum): Prosedur Persalinan dengan Jahitan Pijat Perineum Saat Hamil: Cara Mencegah Robekan Persalinan Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) / Estimasi Tanggal Persalinan Usia Kehamilan Berapa Minggu untuk Persalinan Normal? 37-42 Minggu Kapan Metode Persalinan Ditentukan? Apa Itu Pemeriksaan Panggul Saat Hamil? Perawatan Setelah Melahirkan Normal: Tips Cepat Pulih untuk Ibu Kapan Hubungan Intim Setelah Melahirkan Normal? Kondisi yang Memerlukan Operasi Sesar: Siapa Tidak Bisa Lahir Normal? BERANDA

Komentar