Tes Infertilitas Lengkap: Daftar Pemeriksaan Kesuburan Suami dan Istri

 

Pemeriksaan Saat Ada Infertilitas: Daftar Tes Lengkap





Banyak pasangan bingung harus tes apa saat sulit hamil. Pemeriksaan infertilitas harus dilakukan keduanya, suami dan istri bersamaan. Jika hanya istri yang diperiksa, setengah penyebab akan terlewat.

Ini daftar tes lengkap standar WHO dan di Klinik Fertilitas Indonesia tahun 2026.

A. TES UNTUK PRIA - WAJIB PERTAMA

Karena paling mudah, murah, dan cepat.

1. Analisis Sperma (Spermiogram) - Tes Nomor 1
Ini tes kesuburan pria yang paling penting. Tidak perlu takut.

Persiapan:

  • Puasa ejakulasi 2 sampai 7 hari, idealnya 3 hari
  • Tidak demam, tidak minum alkohol 3 hari sebelumnya
  • Sampel diambil dengan masturbasi di ruang khusus lab

Yang diperiksa:

  • Volume: minimal 1,5 mL
  • Konsentrasi: minimal 15 juta per mL
  • Motilitas atau gerakan: minimal 40 persen bergerak
  • Morfologi atau bentuk: minimal 4 persen bentuk normal
  • pH, leukosit, dan kekentalan

Jika hasil jelek, ulangi 2 sampai 3 minggu kemudian untuk memastikan, karena sperma dibuat baru setiap 72 hari.

2. Pemeriksaan Lanjutan Pria

  • Cek Hormon: FSH, LH, Testosteron, Prolaktin
  • USG Skrotum: Untuk melihat varikokel
  • Tes Genetik: Kariotipe dan mikrodelesi kromosom Y jika azoospermia
  • Tes Fragmentasi DNA Sperma

B. TES UNTUK WANITA - LEBIH KOMPLEKS

1. Cek Hormon Kesuburan
Diambil darah pada hari ke-2 sampai 4 haid.

  • AMH (Anti Mullerian Hormone): Untuk melihat cadangan sel telur. Bisa diambil kapan saja. Nilai di atas 1,5 ng/mL dianggap baik. Di bawah 1 ng/mL berarti cadangan rendah.
  • FSH, LH, Estradiol: Melihat fungsi indung telur
  • TSH dan Prolaktin: Gangguan tiroid dan prolaktin tinggi bisa menghentikan ovulasi
  • Progesteron: Di hari ke-21 untuk memastikan ada ovulasi

2. USG Transvaginal
Ini USG kesuburan, bukan USG hamil.

Yang dilihat:

  • Jumlah folikel antral atau AFC: Jumlah sel telur kecil di awal haid
  • Ada kista, miom, polip, atau endometriosis
  • Ketebalan dinding rahim

3. HSG (Histerosalpingografi) - Tes Tuba Falopi
Tes untuk melihat apakah tuba falopi tersumbat. Ini sering jadi penyebab yang tidak terasa.

Prosedur: Cairan kontras dimasukkan lewat leher rahim, lalu di foto Rontgen. Jika cairan keluar ke rongga perut, berarti tuba terbuka. Jika tidak, berarti tersumbat. Dilakukan setelah haid selesai, sebelum ovulasi.

4. Histeroskopi
Kamera kecil dimasukkan ke dalam rahim untuk melihat langsung apakah ada polip, miom di dalam rahim, atau perlengketan.

5. Laparoskopi
Operasi kecil dengan kamera untuk melihat endometriosis di luar rahim yang tidak terlihat di USG. Ini adalah standar emas untuk diagnosis endometriosis.

C. TES UNTUK KEDUANYA

  • Skrining Infeksi: TORCH, Hepatitis B, C, HIV, Sifilis - Wajib sebelum program bayi tabung
  • Golongan Darah dan Rhesus
  • Kariotipe atau Tes Kromosom: Jika keguguran berulang

Urutan Tes yang Efisien dan Biaya

Jangan langsung tes semua. Urutan hemat yang disarankan dokter:

Bulan 1: Analisis sperma suami + AMH + USG istri + TSH Prolaktin
Bulan 2: Jika semua baik, lanjut HSG

Jika ditemukan masalah, baru lanjut tes hormon lengkap dan laparoskopi.

⚠️ PERINGATAN PENTING:

Artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi, bukan pengganti konsultasi medis. Setiap pasangan memiliki kondisi yang berbeda dan tidak semua tes diperlukan.

Jangan melakukan tes atau membeli obat berdasarkan artikel ini tanpa pengawasan dokter. Interpretasi hasil tes infertilitas harus dilakukan oleh dokter spesialis andrologi untuk pria dan spesialis kandungan subspesialis fertilitas untuk wanita.

Jika Anda mengalami nyeri hebat setelah HSG, demam tinggi, atau pendarahan banyak, segera ke instalasi gawat darurat. Segera konsultasi ke klinik fertilitas resmi yang terdaftar.

Komentar